Meningkatkan Membaca Pada Anak

Peran Sekolah dan orang tua sangat penting guna menunjang aktivitas anak dalam meningkatkan kebiasaan membaca. Cahyani (2015: 2) Membaca bukan hanya suatu aktifitas wajib melainkan melalui membaca anak  juga dapat menerima banyak informasi dari dalam buku bacaan yang anak baca. Sadar atau tidak, semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang akan terekam dalam otak anak yang secara otomatis anak  juga banyak belajar dari informasi-informasi yang diterimanya dari bahan bacaan tersebut. Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar anak sudah langsung diperkenalkan dengan kegiatan membaca. Mulai dari membaca buku cerita, buku pelajaran ataupun teks informasi. Mengapa membaca menjadi sesuatu yang vital dalam pembelajaran di Sekolah? Karena kebiasaan membaca yang telah dilatih sejak dini bisa menjadikan anak terbiasa dan tak asing jika diperhadapkan dengan buku.

Informasi yang diterima anak dari buku-buku tersebut akan membuat anak terpacu untuk mencari sumber dan pengetahuan baru yang termuat didalamnya. Oleh sebab itu, kebiasaan membaca yang telah dibudayakan sejak di Sekolah Dasar akan selalu terbawa hingga anak beranjak dewasa.

Perlu diketahui bahwa minat membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara lain di dunia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggenjot minat baca masyarakat khususnya peserta didik. Berdasarkan survei UNESCO minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.(Kompas.com). Tetapi ini hanya data statistic sewaktu-waktu bisa mengalami pengingkatan atau penurunan.

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam menumbuhkan minat baca anak usia dini, yaitu:

  1. Orang tua sebagai orang yang terdekat dengan anak harus memberikan contoh bahwa membaca merupakan kegiatan menyenangkan dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.
  2. Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung anak untuk membaca, seperti menyediakan perpustakaan keluarga.
  3. Menumbuhkan motivasi kepada anak dengan cara memberikan reward berupa suatu bacaan yang benar-benar mereka inginkan apabila anak mencapai suatu keberhasilan.
  4. Memilih bahan bacaan yang tepat sesuai dengan umurnya. Misalnya jika usia anak masih dini dan mereka dalam tahap belajar membaca, berikan buku-buku yang menyertakan visualisasi yang memudahkan dan menyenangkan.
  5. Menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anak dan memperhatikannya ketika mereka membaca.
  6. Mintalah kepada anak untuk memilih menu makanannya sendiri jika sedang berada di rumah makan dengan menyodorkan daftar menu, bisa juga dengan bermain “mencari kata” ketika berada di tempat umum.
  7. Adanya koordinasi antara orang tua dan guru tentang perkembangan belajar anak di sekolah, sehingga orang tua mengetahui minat baca anak.
  8. Berikan porsi waktu yang cukup dalam membaca, hal ini bervariasi.

Yang pasti, jangan terus salahkan pelajar bahwa minat baca mereka rendah tapi teruslah berfikir dan berfikir serta lakukan inovasi dan strategi bagaimana supaya minat baca pelajar di negeri ini meningkat (Ari Es || 2011).

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menumbuhkan kebiasaan membaca buku kepada anakanya sebagai berikut:

  1. Jadilah contoh yang baik

     Anak-anak selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak harus dimulai oleh orang tua terlebih dahulu. Orang tua tidak boleh hanya menyuruh, namun harus mencontohkan. Mustahil untuk anak akan senang membaca sedangkan orang tua mereka saja jarang membaca. Oleh karena itu, orang tua dituntut untuk menjadi teladan yang baik dengan cara rajin membaca buku.

  1. Beri anak fasilitas

     Fasilitas bukanlah berupa gadget, smartphone, internet, dan teknologi canggih lainnya. Namun, orang tua perlu menyediakan fasilitas berupa bukku yang berkualitas dan sesuai dengan umur anak. Biarkan anak membaca berbagai jenis buku yang mereka suaki, membaca komik pun termasuk kegiatan membaca buku. Tujuan utamanya yaitu membuat anak-anak jatuh cinta dengan kegiatan membaca terlebih dahulu. Orang tua juga perlu menyediakan anggaran khusus untuk membeli buku-buku untuk anak.

  1. Buat jadwal teratur

     Jadwal teratur untuk membaca buku Bersama merupakan salah satu program yang perlu diterapkan di dalam keluarga. Orang tua hendaknya membuat jadwal teratur diman dalam beberapa jam dalam sehari, mereka sekeluarga memtaikan segala bentuk alat elektronik seperti televisi dan internet, kemudian mulai membaca bersama-sama.

     Kegiatan ini juga dapat dibuat semenarik seperti membaca dengan suara lantang. Tentunya, membaca dalam hati dengan membaca secara lantang memiliki manfaat yang berbeda. Penelitian mengungkapkan bahwa dnegan membacakan buku dengan suara lantang secara rutin kepada anak-anak akan menghasilkan perkembangan yang signifikan pada pemahaman membaca, kosa kata, dan pemenggalan kata.

  1. Ajak anak jalan-jalan

     Jila liburan, jangan sellau mengajak anak-anak pergi ke mall, pantai, dan tempat rekreasi lainnya. Cobalah mengajak anak-anak untuk pergi ke toko buku dan berbagai acara-acara buku. Biarkan anak-anak dengan leluasa memilih buku yang mereka suka. Namun, perlu diingat lagi yakni jangan beri Batasan kepada anak dalam memilih jenis buku namun tetap selektif terhadap kesesuain buku dengan usia anak.

     Beberapa hal di atas adalah solusi yang bias diterapkan oleh orang tua dalam upaya menumbuhkan budaya gemar membaca kepada anak-anaknya. Jika membaca sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, , maka karakter itu akan melekat hingga mereka dewasa.

     Selain orang tua, tentunya perlu juga kerjasama anatar pihak-pihak terkait seperti pemerintah, para pendidik, LSM, masyarakat, pustakawan, pejuang literasi untuk menyelenggarakan kegiatan yang dapat menggugah minat membaca masyarakat Indonesia. Mari tingkatkan budaya gemar membaca di Indonesia melalui anak-anak.

Apabila kesadaran orangtua dan guru sebagai pribadi yang memiliki minat baca dan kecintaan pada buku sudah ada dan cenderung meningkat, maka akan dapat memotivasi dan mempengaruhi kualitas anak-anak untuk mengikuti jejaknya. Apabila hal itu terjadi dalam tiap keluarga niscaya keluarga sebagai inti dari masyarakat sudah menjadi pelopor untuk mendongkrak minat dan kecintaan masyarakat pada buku dan perpustakaan. Secara otomatis masyarakatnya menjadi masyarakat yang sudah familiar dengan kegiatan membaca, mengenal bahan bacaan dan perpustakaan. Hal itu akan semakin cepat terealisasi jika beban untuk meningkatkan minat baca, cinta buku dan cinta perpustakaan tidak hanya dibebankan di atas pundak orang tua dan guru. Alangkah lebih baik jika hal tersebut juga didukung lembaga atau institusi yang ada seperti perpustakaan, toko buku dan lain-lain dengan mengadakan kegiatan atau acara yang dapat memacu minat baca dan kecintaan akan buku serta mensosialisasikan perpustakaan, agar masyarakat pada umumnya tahu, kenal, terbiasa akhirnya familiar dengan buku dan perpustakaan. Niscaya kegiatan membaca dan pengenalan bahan bacaan dikalangan masyarakatnya sudah dapat teratasi dengan baik jika semua pihak yang ada saling bahu membahu berusaha mengatasi permasalahan tersebut. ( Guru BK :Umi Zakiya D, S.Pd )

You may also like...

1 Response

  1. Niken says:

    Terimakasih banyak bu, tips dan tiknya sangat bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.